ANALISIS MATERI SKI KELAS VIII MTS SEMESTER II
KURIKULUM 2013
Dosen Pengampu : A. Qomarudin M.Pd.I
Oleh: Abdul Karim
Kelas A ( Madin 2013 )
Semester VI
![]() |
Program Studi
Pendidikan Agama Islam
Sekolah Tinggi
Agama Islam “Ma’had Aly Al-Hikam” Malang
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kurikulum 2013 disusun
untuk menyempurnakan kurikulum
sebelumnya dengan pendekatan belajar aktif berdasarkan nilai-nilai budaya
bangsa. Berkaitan dengan hal ini, Pemerintah telah melakukan penyesuaian
beberapa mata pelajaran yang antara lain adalah mata pelajaran Sejarah
Kebudayaan Islam.
Kurikulum 2013
sudah tidak lagi menggunakan standar
kompetensi (SK) sebagai acuan dalam mengembangkan Kompetensi Dasar (KD).
Sebagai gantinya, Kurikulum 2013 telah menyusun Kompetensi Inti (KI).
Kompetensi Inti adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang peserta didik
melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dalam pembelajaran
integratif dan pendekatan belajar aktif.
Kompetensi Inti
memuat kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan
yang dikembangkan ke dalam Kompetensi Dasar. Perubahan perilaku dalam
pengamalan ajaran agama dan budi pekerti menjadi perhatian utama.
Tujuan penyusunan
adalah memberikan panduan bagi Siswa dalam proses
pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Dalam hal
ini
terdapat lima hal penting yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik (mengamati, menanya,
mencoba/menggali data, menalar, mengkomunikasikan, menghubungkan antar
fenomena, refleksi dan rencana aksi).
Dengan demikian
tujuan pembelajaran diharapkan dapat tercapai secara optimal dan selaras dengan
tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Disini pemakalah mencoba menganalisis sejarah kebudayaan islam untuk MTS Kelas
VIII Semester II dari kurikulum 2013.
1.2 Rumusan
Masalah
1.Apa yang di maksud denngan Sejarah
Kebudayaan Islam ?
2.Apa saja tujuan dari mata pelajaran SKI
yang sesuai dengan Kurikulum 13 ?
3.Bagaimana Kompetensi Inti dan Kompetensi
Dasar mata pelajaran SKI untuk MTS Kelas
VIII Semester II dari Kurikulum 13 ?
4.Apa saja yang bisa di analisis dari
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajarn SKI MTS Kelas VIII Semester
II dari Kurikulum 13
1.3 Tujuan
1.Untuk mengetahui pengertian dari Sejarah
Kebudayaan Islam.
2.Untuk mengetahui tujuan mata pelajaran SKI
yang sesuai dengan Kurikulum 13.
3.Untuk mengetahui Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran SKI MTS Kelas VIII Semester II.
4.Untuk dapat menganalisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata
Pelajaran SKI MTS Kelas VIII Semester II dari Kurikulum 13
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Standart
Isi
Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan
tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis
pendidikan tertentu.
2.2
Pengertian
Sejarah
Kebudayaan Islam (SKI) merupakan catatan perkembangan perjalanan hidup manusia muslim dari masa ke masa dalam
beribadah, bermuamalah dan berakhlak
serta dalam mengembangkan sistem kehidupan atau menyebarkan ajaran Islam yang dilandasi oleh akidah.
2.3
Tujuan
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan sebagai berikut:
a) Membangun kesadaran peserta didik
tentang pentingnya mempelajarilandasan ajaran,
nilai-nilai dan norma-norma Islam yang
telah dibangun oleh Rasulullah Saw.
dalam rangka mengembangkan kebudayaan dan peradaban Islam.
b) Membangun kesadaran peserta didik
tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses
dari masa lampau, masa kini, dan masa depan.
c) Melatih daya kritis peserta didik
untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan
didasarkan pada pendekatan ilmiah
2.4
Karakteristik
Sejarah
Kebudayaan Islam (SKI) menekankan pada kemampuan mengambil ibrah/ hikmah (pelajaran) dari sejarah Islam,
meneladani tokoh- tokoh berprestasi,
dan mengaitkannya dengan fenomena sosial, budaya, politik,ekonomi, iptek dan seni, dan lain-lain, untuk
mengembangkan Kebudayaan
danperadaban Islam pada masa kini dan masa yang akan datang.
2.5
Ruang Lingkup
1. Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya
Dinasti Al-Ayyubiyah
2. Kegemilangan Peradaban Dinasti Alayyubiyah
2.6
Tabel KI dan KD SKI MTS kelas VIII
Semester II
KOMPETENSI INTI
|
KOMPETENSI DASAR
|
1.
Menghargai dan menghayati ajaran agama Islam
|
1.1
Menghargai perjuangan Shalahuddin
al-Ayyubi untuk menegakkan agama Allah SWT.
1.2
Menghargai
perjuangan dalam mensyiarkan kebenaran sesuai kondisi sekarang yang lebih
menitikberatkan aspek humanis (kemanusiaan).
|
2. Menghargai dan menghayati
perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong),
santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
|
2.1. Merespon perkembangan kebudayaan/ peradaban Islam pada masa Dinasti
al-Ayyubiyah untuk masa kini dan yang akan datang.
2.2.
Menghargai
semangat para pendiri dinasti Al Ayyubiyah.
2.3.
Menghargai keteladanan sikap
keperwiraan, zuhud, dan kedermawanan
Shalahuddin al-Ayyubi dalam kehidupan sehari-hari.
|
3. Memahami
dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
|
3.1.
Memahami sejarah berdirinya DinastiAl Ayyubiyah
3.2.
Memahami para pendiri dinasti Al
Ayyubiyah
3.3.
Memahami perkembangan kebudayaan/
peradaban Islam pada masa penguasa Ayyubiyah
3.4.
Memahami penguasa Dinasti Al Ayyubiyah yang terkenal
3.5.
Memahami
ilmuwan muslim Dinasti Al Ayyubiyah dan perannya dalam kemajuan
kebudayaan/peradaban Islam
|
4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah
konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan
ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang semua dalam
sudut pandang/teori.
|
4.1.
Menceritakan terjadinya peristiwa perang Salib.
4.2.
Menceritakan kegigihan Salahuddin Yusuf al-Ayyubi dalam merebut kembali
masjidil Aqsha.
4.3.
Menceritakan biografi tokoh yang terkenal pada masa Dinasti Al Ayyubiyah.
4.4.
Menunjukkan contoh peran para ilmuwan muslim Dinasti Al Ayyubiyah.
|


2.7 Kolom-kolom yang terdapat dalam teks pelajaran
a.
Pengamatanku
|
:
|
aktivitas mengamati
mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning) untuk menyadarkan diri dan membangun pikiran kesejarahan peserta didik
|
b.
Pertanyaanku
|
:
|
melatih
kemampuan bertanya peserta didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap,
keterampilan, dan pengetahuannya
|
c.
Wawasanku
|
:
|
untuk menguatkan peserta didik agar dapat mewujudkan
pengetahuan dalam perilaku
|
d.
Aktifitasku
|
:
|
Menggali kemampuan
berkomunikasi yang menempatkan dan memaknai kerjasama sebagai struktur
interaksi yang dirancang secara baik dan disengaja untuk memudahkan usaha kolektif dalam
rangka mencapai tujuan bersama
|
e.
Ceritaku
|
:
|
untuk
menghubungan antar fenomena atau
gejala, khususnya hubungan sebab-akibat, yang disajikan dalam rangkaian
cerita/kisah sehingga mempertajam daya nalar peserta didik
|
f.
Analisaku
|
:
|
untuk
menggali kemampuan menganalisa dan menghubungkan dengan kehidupannya.
|
g.
Refleksi Pemahamanku
|
:
|
untuk
mengetahui pemahaman lebih
mendalam terhadap materi
|
h.
Refleksi prilakuku
|
:
|
untuk
mengetahui interkoneksi pemahaman pada perubahan perilaku
|
i.
Rencana Aksiku
|
:
|
Hasil akhirnya adalah diharapkan peserta didik
mampu melakukan peningkatan dan keseimbangan untuk menjadi
manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan
dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills ).
|
j.
Uji Kompetensi
|
:
|
untuk
mengukur
penguasaan materi yang dibahas.
|
2.8 MATERI SEMESTER II
2.8.1 BAB. 4 Menelusuri Jejak Sejarah
Berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah
Kompetensi Inti
KI : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya
K2 : Meghargai dan menghayati perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
K3 :Memahami dan menerapkan pengetahuan
(faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata
K4 :Mengolah, menyaji
dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi
dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang semua
dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi Dasar
1.1
Menghargai
perjuangan Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menegakkan agama Allah SWT.
1.2
Menghargai perjuangan dalam mensyiarkan kebenaran sesuai kondisi sekarang
yang lebih menitikberatkan aspek humanis (kemanusiaan).
2.2 Menghargai semangat para pendiri dinasti Al
Ayyubiyah
2.3 Menghargai keteladanan sikap keperwiraan, zuhud, dan kedermawanan Shalahuddin al-Ayyubi dalam kehidupan
sehari-hari.
3.1 Memahami sejarah berdirinya Dinasti Al Ayyubiyah
3.2 Memahami para pendiri dinasti Al Ayyubiyah
3.3
Memahami penguasa Dinasti Al Ayyubiyah yang terkenal
4.3
Menceritakan biografi tokoh yang terkenal pada masa Dinasti Al Ayyubiyah.
Tujuan Pembelajaran
Setelah proses mengamati,
menanya, mengeksplorasi danmen gkomunikasikan, peserta didik mampu:
1. Menghargai perjuangan Shalahuddin Al-Ayyubi untuk menegakkan
agama Allah SWT.
2. Menghargai perjuangan dalam
mensyiarkan kebenaran sesuai kondisi sekarang yang lebih menitikberatkan aspek
humanis (kemanusiaan).
3.
Menghargai
semangat para pendiri dinasti Al Ayyubiyah
4.
Menghargai keteladanan sikap
keperwiraan, zuhud, dan kedermawanan
Shalahuddin al-Ayyubi dalam kehidupan sehari-hari.
5.
Memahami sejarah berdirinya Dinasti Al
Ayyubiyah
6.
Memahami para pendiri dinasti
Al-Ayyubiyah
7. Memahami penguasa
Dinasti Al-Ayyubiyah yang terkenal
8. Menceritakan biografi tokoh
yang terkenal pada masa Dinasti
Al-Ayyubiyah
Secara umum
pembelajaran pada kegiatan inti dilakukan dengan pendekatan saintifik
(mengamati, menanya, mencoba/menggali data, menalar, mengkomunikasikan,
hubungan antar fenomena, refleksi dan
rencana aksi).

Ayyubiyah
adalah sebuah dinasti sunni yang berkuasa di Mesir, Suriah, sebagian Yaman,
Irak, Mekah, Hejaz dan Dyarbakir. Dinasti Ayyubiyah
didirikan oleh Salahuddīn al-Ayyubi. Penamaan al-Ayyubiyah dinisbatkan kepada nama belakangnya
Al-Ayyubi, diambil dari nama kakeknya yang bernama Ayyub. Nama besar dinasti
ini diperoleh sejak Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi berhasil mendirikan kesultanan
yang bermazhab Sunni, menggantikan kesultanan Fathimiyah yang bermazhab Syi’ah.
Salahuddīn Al-Ayyubi memulai karir politiknya ketika ia masih muda. Ketika
itu Sang Ayah yang bernama Najmuddin bin Ayyub menjabat sebagai komandan
pasukan di kota Ba’labak (sebelah utara Suriah). Najmuddin bin Ayyub ditunjuk
menjadi komandan oleh panglima yang
berkuasa saat itu yaitu Nuruddin Zanki.
Pada tahun 1164 M, Shalahuddin Al-Ayyubi mengikuti ekspedisi pamannya
Asaduddin Syirkuh ke Mesir. Lima tahun kemudian tepatnya pada tahun 1169 M,
Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi diangkat menjadi wazir (Gubernur) oleh
penguasa Dinasti Fathimiyah dalam usia 32
tahun, menggantikan pamannya Asaduddin Syirkuh yang wafat setelah dua bulan
menjabat sebagai wazir. Sebagai Perdana Menteri Shalahuddin mendapati gelah Al-Malik An-Nasir artinya ‘penguasa yang
bijaksana’.
Setelah Khalifah al-Adid (Khalifah
Dinasti Fatimah) yang terakhir wafat pada tahun 1171 M, Shalahuddin Yusuf
Al-Ayyubi berkuasa penuh untuk menjalankan peran keagamaan dan politik. Maka
sejak saat itulah Dinasti Ayyubiyah mulai berkuasa hingga sekitar 75 tahun
lamanya.
Setelah Shalahudin menguasai Dinasti Fathimiyah, ia menghapus tradisi mendoakan
khalifah Fathimiyah dalam khutbah Jum’at dan
menggantinya dengan mendoakan khalifah Dinasti Abbasiyah yaitu Al-Mustadhi yang berkuasa sejak 566-575H/ 1170-1180M. Namun ia tidak mengusik atau melarang rakyat yang mengikuti faham Syi’ah. Kemudian pada bulan Mei tahun 1175M, sejak Dinasti Ayyubiyah
berkuasa di Mesir, khalifah Abbasiyah, Al-Mustadhi memberikan beberapa daerah
seperti Yaman, Palestina, Suriah Tengah, dan Maghribi kepada Shalahuddin.
Shalahuddin mendapat pengakuan dari Khalifah Abbasiyah sebagai penguasa Mesir, Afrika Utara, Nubia,
Hejaz, dan Suriah Tengah. Satu dasa warsa (sepuluh tahun) kepemimpinannya
kemudian ia berhasil menaklukkan Mesopotamia (Iran) dan berhasil mengangkat
para penguasa setempat menjadi pemimpinnya.

Selama lebih kurang 75 tahun dinasti Al-Ayyubiyah berkuasa, terdapat 9
orang penguasa yakni sebagai berikut:
1.
Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi (564-589 H/ 1171-1193 M)
2.
Malik Al-Aziz Imaduddin
(589-596 H/1193-1198 M)
3.
Malik Al-Mansur Nasiruddin (595-596 H/ (1198-1200
M)
4.
Malik Al-Adil Saifuddin (596-615 H/1200-1218 M)
5.
Malik Al-Kamil Muhammad (615-635 H/ 1218-1238 M)
6.
Malik Al-Adil Saifuddin (635-637 H/ 1238-1240 M)
7.
Malik As-Saleh Najmuddin (637-647 H/ 1240-1249 M)
8.
Malik al-Mu’azzam Turansyah (647 H/ 1249-1250 M)
9.
Malik al-Asyraf Muzaffaruddin (647-650 H/ 1250-1252 M)
Diantara urutan 9 (sembilan) penguasa tersebut terdapat beberapa penguasa yang menonjol,
yaitu: Shalahuddin
Yusuf Al-Ayyubi (1171-1193 M), Malik Al-Adil Saifuddin, pemerintahan I (1200-1218 M), dan Malik
Al-Kamil Muhammad (1218-1238 M)
![]() |
1. Biografi Shalahuddin Al-Ayyubi(564-589 H/ 1171-1193 M)

![]() |
1. Kepemimpinan
Selain itu Shalahuddin merupakan salah seorang Sultan
yang memiliki kemampuan memimpin, dibuktikan dengan caranya dalam memilih para
Wazir. Shalahuddin mengangkat para pembantunya (Wazir) orang-orang cerdas dan terdidik diantaranya, Al-Qadhi
Al-Fadhil dan Al-Katib Al-Isfahani. Sementara itu sekretaris pribadinya bernama
Bahruddin bin Syadad, yang kemudian dikenal sebagai penulis biografinya.
2. Keperwiraan

BAB 5. Kegemilangan Peradaban Dinasti Alayyubiyah
2.8.2 BAB. 5 Kegemilangan
Peradaban Dinasti Alayyubiyah
Kompetensi
Inti
KI :Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
K2 : Meghargai dan menghayati perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
K3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan
(faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata
K4:Mengolah, menyaji dan
menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan
membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan
mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang semua
dalam sudut pandang/teori.
Kompetensi
Dasar
2.1 Merespon perkembangan kebudayaan/
peradaban Islam pada masa Dinasti al-Ayyubiyah untuk masa kini dan yang akan datang.
3.3
Memahami
perkembangan kebudayaan/ peradaban Islam pada masa penguasa Ayyubiyah
3.4
Memahami ilmuwan muslim Dinasti Al
Ayyubiyah dan perannya dalam kemajuan kebudayaan/peradaban Islam.
4.4
Menunjukkan contoh peran para ilmuwan muslim Dinasti Al Ayyubiyah.
Tujuan Pembelajaran
Setelah proses mengamati, menanya, mengeksplorasi dan men
gkomunikasikan, peserta didik mampu:
1. Merespon perkembangan kebudayaan/ peradaban Islam pada masa
Dinasti Al-Ayyubi yah untuk masa kini dan yang akan datang.
2. Memahami perkembangan kebudayaan/peradaban Islam pada masa
penguasa Ayyubiyah
3. Memahami
ilmuwan muslim Dinasti Al Ayyubiyah dan perannya dalam kemajuan
kebudayaan/peradaban Islam.
4. Menunjukkan contoh peran para ilmuwan muslim Dinasti Al Ayyubiyah.
Secara umum pembelajaran pada kegiatan inti dilakukan dengan pendekatan
saintifik (mengamati, menanya, mencoba/menggali data, menalar,
mengkomunikasikan, hubungzan antar fenomena,
refleksi dan rencana aksi).
A.
KEMAJUAN-KEMAJUA
MASA DINASTI AYYUBIAH
1.
Pendidikan
Pemerintahan dinasti Ayyubiyah terutama pada
masa kekuasaan Nuruddin dan Shalahuddin telah berhasil menjadikan Damaskus
sebagai kota pendidikan. Damaskus, ibu kota Suriah,
masih menyimpan bukti yang menunjukkan jejak arsitektur dan pendidikan yang
dikembangkan kedua penguasa tersebut. Nuruddin tidak hanya merenovasi
dinding-dinding pertahanan kota, menambahkan beberapa pintu gerbang dan menara,
serta membangun gedung-gedung pemerintahan yang masih bisa digunakan hingga
kini, tetapi juga mendirikan madrasah sebagai sekolah pertama di Damaskus
yang difokuskan untuk pengembangan ilmu hadist.
Madrasah ini terus berkembang dan menyebar ke seluruh pelosok Suriah.
2.
Bidang ekonomi dan perdagangan
Dalam hal
perekonomian pemerintahan Dinasti
Ayyubiah bekerja sama dengan penguasa muslim di wilayah lain, membangun
perdagangan dengan kota-kota di laut Tengah, lautan Hindia dan menyempurnakan
sistim perpajakan. Hubungan internasional dalam perdagangan baik jalur laut
maupun jalur darat semakin ramai dan
membawa pengaruh bagi negara Eropa dan negara-negara yang dikuasainya. Sejak
saat itu dunia ekonomi dan perdagangan sudah menggunakan sistem kredit,
bank termasuk Letter of Credit, bahkan ketika itu sudah ada mata uang yang
terbuat dari emas.
3.
Militer dan
Sistem Pertahanan
Pada masa
pemerintahan Shalahuddin, kekuatan militernya terkenal sangat tangguh.
Pasukannya diperkuat oleh pasukan Barbar, Turki dan Afrika. Selain juga
memiliki alat-alat perang, pasukan berkuda,
pedang dan panah dinasti ini juga memiliki burung elang sebagai kepala
burung-burung dalam peperangan. Shalahuddin juga membuat bangunan
monumental berupa tembok kota di Kairo
dan Muqattam yaitu benteng Qal’al Jabal
Sultan Salahuddin al-Ayubi atau lebih dikenal dengan sebutan benteng Salahuddin Al-Ayubi, yang sampai
hari ini masih berdiri dengan megahnya.
B. SEJARAH PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN AL-AZHAR
Al-Azhar didirikan oleh seorang panglima Dinasti
Fathimiyah, Jauhar Al-Katib Al-Siqli pada tahun 970 M, atas perintah Khalifah
Al-Muiz Lidinillah, sebagai tempat ibadah (masjid), tempat mengembangkan ajaran-ajaran Syi’ah dan
lambang kepemimpinan spiritual umat Islam. Sebelumnya, masjid Al-Azhar bernama
masjid Al-Qahirah atau Al-Jami’al-Qahirah, dan sekarang dikenal dengan Al-Azhar. Pembangunan dimulai pada tanggal 4 April 970 M/24 Jumadil
Ula 359 H dan selesai pada tanggal 7 Ramadhan 361 H/22 Juni 972 M, sekaligus
diresmikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah. Peresmian itu ditandai dengan
pelaksanaan salat Jumat bersama.
Setelah Al-Azhar resmi
menjadi masjid Negara, kegiatan ilmiah pertama kali dilakukan dengan
berkumpulnya para ulama, terdiri dari para fuqaha terkenal dan pejabat
pemerintahan Fathimiyah di Al-Azhar untuk mendengarkan ceramah umum (Studium Generalle) dari Abu al-Hasan Nu’man Ibnu Muhammad
Al-Qirawaniy sebagai Qadi
al-Qudat (Hakim Agung) Dinasti
Fathimiyah), terjadi pada bulan Oktober 975 M/ Shafar 365 H.
C. AL-AZHAR PADA MASA
PEMERINTAHAN DINASTI AL-AYYUBIYAH
Berakhirnya Dinasti Fatimiyyah yang bermadzhab Syi’ah
dan berkuasanya Dinasti Ayyubiah yang bermadzhab Sunni, berdampak pada
perkembangan sejarah al-Azhar. Sultan Shalahuddin mengeluarkan beberapa
kebijaksanaan mengenai al-Azhar, diantaranya Al-Azhar tidak boleh lagi
dipergunakan untuk salat Jum’at dan kegiatan madrasah. Alasannya karena Al-Azhar pada masa Dinasti
Fathimiyah menjadi pusat pengembangan ajaran-ajaran Syi’ah. Shalahuddin juga menunjuk seorang Qadhi, Sadruddin Abdul
Malik bin Darabas menjadi Qadhi tertinggi, yang berhak mengeluarkan fatwa-fatwa
hukum mazhab Syafi’i.
Selama masa pemerintahan dinasti
Ayyubiyah di Mesir (1171-1250 M), perkembangan aliran atau mazhab Sunni sangat
pesat, termasuk model dan sistem pendidikan yang dikembangkan berorientasi Sunni. Maka dalam perjalanan
sejarahnya, di masa Dinasti Ayyubiah, Al-Azhar menjadi masjid, lembaga pendidikan, sekaligus pusat pengembangan
ajaran-ajaran Sunni.
Para
penguasa dinasti Ayyubiyah, sebagai penguasa yang setia kepada pemerintahan
khalifah Abbasiyah di Baghdad, maka orientasi kebijaksanaan pemerintahannya
adalah sebagaimana Baghdad, bermadzhab Sunni.
Oleh karena itu, salah satu lembaga strategis yang dapat diandalkan
sebagai tempat pembelajaran, penyebaran
dan pengembangan ajaran-ajaran mazhab Suni adalah Al-Azhar
2.9
PENILAIAN
Penilaiannya berdasarkan setiap
masing-masing kegiatan yang sudah di tugaskan dalam buku ajar yang terbagi
menjadi sbb pada
BAB.
4 Menelusuri Jejak Sejarah Berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah
1. Pertanyaanku
Daftarlah sejumlah pertanyaan dengan menggunakan apa, mengapa, bagaimana, dan bagaimana jika.
No.
|
Tentang
|
Pertanyaan
|
1
|
Mengapa
|
Mengapa kita
perlu mempelajari sejarah berdirinya Bani Ayyubiah?
|
2
|
Bagaimana
|
Bagaimana
proses berdirinya Bani Ayyubiah?
|
3
|
Apa
|
Apa faktor
pendukung berdirinya Dinasti Ayyubiah?
|
4
|
Siapa
|
Siapakah tokoh-tokoh yang berperan dalam mendirikan Dinasti Ayyubiah?
|
5
|
Siapa
|
Siapa saja
yang pernah menjadi penguasa Dinasti
Ayyubiah?
|
2.
Wawasanku
Mengetahui lebih jelas dan detil memahami
bagaimana Jejak Peradaban Dinasti Ayyubiah, yang meliputi sejarah berdirinya
Bani Ayyubiah, para penguasanya dan ketokohan Salahahuddin Al-Ayyubi. Untuk
memahaminya dengan lebih jelas dan detil
baca dan fahami teks-teks berikut
3.
Aktivitasku
Anak-anak
mendiskusikan hal-hal berikut dengan saling menghargai pendapat temanmu!
No.
|
Masalah
|
Hasil Diskusi
|
1.
|
Mengapa
kita perlu mengetahui sejarah berdirinya
Dinasti Ayyubiyah?
|
|
2
|
Bagaimana
sifat-sifat kepemimpinan para khalifah
Dinasti Ayyubiyah ?
|
|
3
|
Bagaimana
peran para khalifah dalam membangun kejayaan peradaban Islam sampai kepada
puncaknya?
|
|
4
|
Apa teladan yang kamu tangkap dari kehidupan dan kepemimpinan para
Khalifah Dinasti Ayyubiyah?
|
|
5
|
Apa contoh dalam kehidupan sehari-harimu yang menunjukkan sikap
kepemimpinan yang baik?
|
|
6
|
|
|
4.
Analisaku
Menganalisa lingkungan sekitar dengan menjawab pertanyaan berikut
1.
Coba bandingkansejarah berdirinya Dinasti Ayyubiah
dengan Dinasti Abbasiyah!
2.
Bandingkan Kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi dengan kepemimpinan Harun Ar-Rasyid!
3.
Bandingkan bentuk kegemilangan kekuasaan Dinasti Ayyubiah dengan Dinasti Abbasiyah
4.
Apa pengaruh kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi dalam membawa kemajuan Dinasti Ayyubiah?
5.
Apa nilai-nilai keteladanan dari para penguasa Ayyubiah yang terkenal?
5.
Ceritaku
Kegiatan
a. Carilah
cerita/ fenomena dalam masyarakat/di lingkunganmu yang berkaitan dengan
nilai-nilai ajaran keteladanan Shalahuddin Al-Ayyubi?
b. Sementara
kelompok lain bercerita kelompok yang lain menilai dengan panduan berikut!
NO
|
HAL YANG DINILAI
|
SKOR
|
1
|
Ketepatan isi
fenomena
|
|
2
|
Kepercayaan diri
penampil
|
|
3
|
Keruntutan
penyampaian
|
|
4
|
Ketaatan pada
prosedur penceritaan yang telah disepakati
|
|
5
|
Kreativitas
menyajikan
|
|
6.
Refleksi
Kalian sudah
belajar banyak tentang menelusuri Jejak Sejarah
Berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah Bacalah dengan seksama pernyataan berikut!
Pilihlah SY =
Saya Yakin, Y = Yakin, KY= Kurang Yakin
No.
|
Pendapat/pernyataan
|
SY
|
Y
|
KY
|
1
|
Saya
yakin kemajuan Dinasti Ayyubiah merupakan bagian dari kemajuan
kebudayaan/peradaban Islam.
|
|
|
|
2
|
Saya
yakin mengambil nilai-nilai keteladanan dari para pemimpin Dinasti Ayyubiah
akan bermanfaat untuk kehidupan kini dan masa yang akan datang.
|
|
|
|
3
|
Saya
yakin Shalahuddin Al-Ayyubi adalah panglima yang gagah berani dan kesatria.
|
|
|
|
4
|
Saya
yakin sikap toleransi yang ditunjukkan Shalahuddin terhadap agama lain,
sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat kita yang majemuk.
|
|
|
|
5
|
Saya
yakin Shalahuddin Al-Ayyubi sangat zujud dan dermawan.
|
|
|
|
7.
Refleksi
Prilaku
Bacalah kasus berikut! Tuliskan komentarmu
terhadap kasus tersebut!
No.
|
Kasus
|
Komentar
|
1
|
Peserta didik yang tidak bersikap jujur dalam perlombaan.
|
|
2
|
Peserta
didik yang memandang musuh terhadap orang yang tidak disukainya
|
|
3
|
Peserta
didik yang merasa bangga dengan para pahlawan muslim
|
|
4
|
Peserta
didik yang tidak bangga para pahlawan muslim
|
|
5
|
Peserta
didik yang pengecut dan penakut.
|
|
6
|
Dst…
|
|
8.
Rencana
Aksiku
Sekarang saatnya kalian merancang kegiatan untuk dapat berlatih
mempraktekkan apa yang kalian pelajari dalam kehidupan sehari-hari.
No.
|
Yang akan saya lakukan
|
Karakter
|
Hasil melakukan
|
1
|
Di rumah
|
Kasih
sayang, baik hati, sederhana
|
|
2
|
Di
sekolah
|
Berani, percaya diri, giat belajar
|
|
3
|
Di
organisasi
|
Penuh
semangat, kreatif dan toleran
|
|
4
|
Di
lingkungan bermain
|
Tenggang
rasa, dermawan
|
|
5
|
Untuk
Negara
|
Cinta
tanah air
|
|
6
|
Untuk Agama
|
Cinta
agama
|
|
BAB.
5 Kegemilangan
Peradaban Dinasti Alayyubiyah
1. Pertanyaanku
Daftarlah sejumlah pertanyaan dengan menggunakan apa, mengapa, bagaimana, dan bagaimana jika.
No.
|
Tentang
|
Pertanyaan
|
1
|
Mengapa
|
Mengapa kita
perlu mempelajari perkembangan kebudayaan/peradaban Bani Ayyubiah?
|
2
|
Apa
|
Apa tujuan
mempelajari perkembangan kebudayaan/peradaban Ayyubiah?
|
3
|
Bagaimana
|
Bagaimana
peranan ilmuwan muslim masa Dinasti Ayyubiah?
|
4
|
Mengapa
|
Mengapa para ilmuwan berperan
membawa kemajuan kebudayaan/peradaban Dinasti Ayyubiah?
|
5
|
Apa
|
Apa saja keteladan dari para
ilmuwan muslim masa Dinasti Ayyubiah ?
|
2. Wawasanku
Tentu kalian ingin
lebih jelas dan detil memahami bagaimana perkembangan kebudayaan/peradaban
Dinasti Ayyubiah dan peranan ilmuwan muslim dalam membawa kemajuan
Dinasti Ayyubiah
3.
Aksiku
Diskusikan hal-hal berikut
dengan saling menghargai pendapat temanmu!
No.
|
Masalah
|
Hasil Diskusi
|
1.
|
Mengapa
kita perlu mengetahui kegemilangan peradaban Dinasti Ayyubiyah?
|
|
2
|
Apakah kegemilangan peradaban Dinasti Ayyubiah merupakan bagian
kegemilangan kebudayaan/peradaban Islam?
|
|
3
|
Apa saja bentuk kegemilangan peradaban Dinasti Ayyubiah?
|
|
4
|
Bagaimana peran ilmuwan dalam membawa kegemilangan Dinasti Ayyubiah?
|
|
5
|
Apa sifat-sifat keteladanan para ilmuwan yang bisa menginspirasi kamu
untuk membangun kejayaan bangsamu?
|
|
4.
Analisaku
menganalisa lingkungan sekitar dengan menjawab pertanyaan berikut. Coba
bandingkansejarah berdirinya Dinasti Ayyubiah
dengan Dinasti Abbasiyah!
1.
Coba identifikasikegemilangan peradaban Dinasti Umayyah,
Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Ayyubiah!
- Bandingkan
aristektur bangunan ketiga masjid dan Identifikasi masing-masing corak arsiteksturnya!
- Apa fungsi masjid pada masing-masing Dinasti?
- Bagaimana peranan masjid dalam membangun kemajuan
peradaban masing-masing Dinasti!
- Bagaimana keberadaan warisan sejarah tersebut
hari ini!
- Apa manfaat bagi kita mengenal warisan peradaban
masing-masing Dinasti!
5.
Ceritaku
Kegiatan
a. Sementara
kelompok lain bercerita kelompok yang lain menilai dengan panduan berikut!
NO
|
HAL YANG DINILAI
|
SKOR
|
1
|
Ketepatan isi
fenomena
|
|
2
|
Kepercayaan diri
penampil
|
|
3
|
Keruntutan
penyampaian
|
|
4
|
Ketaatan pada
prosedur penceritaan yang telah disepakati
|
|
5
|
Kreativitas
menyajikan
|
|
6.
Refleksi
Kalian sudah
belajar banyak tentang Kegemilangan
Peradaban Dinasti Bani Abbasiyah..
Pilihlah SY =
Saya Yakin, Y = Yakin, KY= Kurang Yakin
No.
|
Pendapat/pernyataan
|
SY
|
Y
|
KY
|
1
|
Saya
yakin kebudayaan/peradaban Islam pada masa Dinasti Ayyubiah sangat gemilang.
|
|
|
|
2
|
Saya
yakin mengambil nilai-nilai ajaran dari perkembangan/peradaban Islam masa
Dinasti Ayyubiah akan bermanfaat untuk kehidupan kini dan masa yang akan
datang.
|
|
|
|
3
|
Saya
yakin perkembangan kebudayaan/peradaban Islam mencapai kegemilangan pada masa
Dinasti Ayyubiah.
|
|
|
|
4
|
Saya
yakin keindahan wujud-wujud kebudayaan//peradaban Islam masa Dinasti Ayyubiah
merupakan karya budaya dan sejarah yang agung yang akan terus dikenang
sepanjang zaman.
|
|
|
|
5
|
Saya
yakin keindahan arsitektur masjid Al-Azhar, Al-Hakimiyah, kekokohan benteng
Shalahuddin, dan lain-lain masa Dinasti Ayyubiah bukti nyata kegemilangan budaya/peradaban masa Dinasti Ayyubiah?
|
|
|
|
7.
Refleksi
Prilaku
Bacalah kasus berikut! Tuliskan
komentarmu terhadap kasus tersebut!
No.
|
Kasus
|
Komentar
|
1
|
Peserta
didik yang bersikap tak acuh dengan karya sejarah
|
|
2
|
Peserta didik yang tidak mau belajar dari karya sejarah
|
|
3
|
Peserta
didik yang bangga dengan warisan pradaban/kebudayaan
Islam
|
|
4
|
Peserta
didik yang bisa memetik inspirasi dari karya sejarah.
|
|
5
|
Peserta
didik yang ingin menjadikan pelajaran masa lalu untuk masa depan yang lebih
baik.
|
|
8.
Rencana
Aksiku
3)
Rencana perilaku
(dimulai dari sekarang) yang akan kalian lakukan.
No.
|
Yang akan saya lakukan
|
Peradaban gemilang
|
Hasil melakukan
|
1
|
Di rumah
|
Menonton
film dan berdiskusi tentang kegemilangan budaya dengan keluarga
|
|
2
|
Di
sekolah
|
Membuat
mading bentuk-bentuk kegemilangan peradaban Dinasti Ayyubiah, aristektur,
kisah-kisah kepahlawanan, dana lain-lain
|
|
3
|
Di
organisasi
|
Disiplin,
percaya diri
|
|
4
|
Di
lingkungan bermain
|
Kasih saying
|
|
5
|
Untuk
Negara
|
Cinta
tanah air
|
|
6
|
Untuk Agama
|
Cinta agama, menjalankan nilai-nilai agama
|
|
BAB III
PENUTUP
3.1 Analisa
Pelajaran SKI memang penting untuk diketahui dan
dipelajari peserta didik, karena apa yang ada saat ini tidak lepas dari cerita
atau sejarah yang ada pada zaman dulu, sebagai contoh materi SKI yang ada pada
kelas VIII ini, salah satunya menceritakan tentang asal usul ilmuwan yang
terkenal, tempat – tempat penting dan juga bersejarah dll,
Hal semacam ini harus diketahui oleh siswa agar
mereka mengerti dan mengetahui silsilah serta asal usul dari ilmuwan – ilmuwan
ataupun segala sesuatu yang ada disekitar kita, karena pentingnya materi SKI,
seyogyanya dalam mengajar guru perlu untuk membuat pengelompokan –
pengelompokan ataupun ringkasan – ringkasan kecil/ bagan/skema yang digunakan
untuk mempermudah siswa dalam belajar dan menghafal, serta yang tidak kalah
pentingnya sebaiknya dalam pembelajaran SKI, siswa tidak hanya mendengarkan
uraian cerita sejarah dari guru mata pelajaran, tapi juga harus ada kegiatan
pembelajaran yang nyata yang menggambarkan materi tersebut, seperti pemutaran
film pada saat zaman Jahiliyah dll, hal yang demikian itu kami rasa
pembelajaran SKI akan lebih menarik siswa dan siswa juga mendapat pemahaman
yang jelas, karena memory melihat hal yang nyata itu mudah di ingat daripada
harus mengandalkan memori hafalan saja, dengan demikian, pembelajaran SKI akan
menjadi tidak monoton.
Antara pedoman guru dengan pedoman siswa adanya
kesesuaian begitu juga dengan kompetensi inti , kampetensi dasar, proses pembelajaran juga sesuai .
3.2
Saran
Sebagai guru haruslah terus
meningkatkan kwalitas pembelajaran baik dalam penguasaan materi maupun metode
pembelajaran agar apa yang di sampaikan tidak monoton tetapi bisa
menyenangkan,dapat di mengerti dan di fahami serta menarik siswa dalam mempelajari pelajaran Sejarah Kebudayaan
Islam.

Al-Suyuti.
2003. Tarikh Al-Khulaf . Mesir: Darul-Yaqin
Al-Isy,
Yusuf. 2009. Dinasti Abbasiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Ali, K. 1997, Sejarah Islam;
Tarikh Pramodern, Jakarta: Sri
Gunting.
Amin,
Ahmad, 1975. Fajar al-Islam, Kairo:
Maktabah al-Nahdlah al-Mishriyah.
Armando, Ade, dkk.,
2001. Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar.
Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Arsyad,
Natsir. 1990. Ilmuan Muslim Sepanjang Sejarah. Bandung: Mizan
Ash–shalih. Subhi, 1993.Membahas Ilmu-Ilmu Hadist. Jakarta:Pustaka Firdaus
Chalil, Moenawar,
1955. Biografi Empat Serangkai Imam
Madzhab. Jakarta: Bulan Bintang
Chair, Abdul, 2002, Dinasti Umayyah, Ensiklopedia Tematis Dunia
Islam, Jakarta: Ichtiar Baru Van
Hoeve.
Darsono, 2004. Tonggak Sejarah Kebudyaan Islam. Surakarta: Tiga
Serangkai.
Dasuki, Hafidz, Dkk, 1993. Ensiklopedia Islam. Jakarta: Ichtiar
Baru Van Hoeve.
Hasan, Ibrahim Hasan, Sejarah dan
Kebudayaan Islam.Yogyakarta: Penerbit Kota .
Hamka, 1989. Sejarah Umat Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Hasan, Ibrahim Hasan, 1989. Sejarah dan Kebudayaan Islam.
Yogyakarta: Kota Kembang.
Hasan, Ibrahim Hasan, 2003. Sejarah dan Kebudayaan Islam, Jilid 2.
Jakarta: Kalam Mulia.
Hasymi,A. 1986. Sejarah Kebudayaan Islam. Jakarta: Bulan
Bintang.
Hitti, Philip K..
2010. History Of The Arabs. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta Kembang
Kartanegara, Mulyadi, 2000. Mozaik
Khazanah Islam. Jakarta: Penerbit Paramadina.
Lapidus,Ira M., 2000. Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Madjid,
Nurcholish (ed.), 1985. Khazanah
Intelektual Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Miskawaih, Ibn,
1995. Menuju Kesempurnaan Akhlak
(terj.). Jakarta: Penerbit Mizan.
Meriya, Abu, H. 1982. Sejarah Islam, Jakarta: Mutiara.
Mufrodi, Ali, 1997. Islam di Kawasan Kebudayaan Arab, Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Muhammad
Ilyas Wahid N. Abbas, 2009. Kazanah
Sejarah Kebudayaan Islam. Solo: PT Tiga Serangkai
Pustaka Mandir.i
Sunanto,Musyrifah, 2004. Sejarah Islam Klasik.
Jakarta: Prenada Media.
Nasution,Harun,1992.
Ensiklopedi Islam Indonesia. Jakarta: PT
Djambatan.
Nasution, Harun,
1988. Islam Ditinjau dari Segi Aspeknya, Jilid1. Jakarta: Pustaka Jaya.
Nasr, Seyyed
Hossein, 1986. Sains dan Peradaban Di
Dalam Islam. Bandung : Penerbit Pustaka Djambatan.
Percy, Sir
Sykes. 1958. A History of Persi. New York : ST Martin’s Press.
Solahuddin
,M, dan Agus Suyadi, 2011. Ulumul
Hadist. Bandung: Pustaka Setia,
Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Smith,
Margareth, 2000. Pemikiran dan Doktrin Mistis Imam al-Ghazali. Jakarta : Penerbit Riora Cipta.
Syalabi,
Ahmad,1987.Sejarah Kebudayaan Islam Jilid II. Jakarta: Pustaka Al-Husna.
Syukur ,
Fatah. Sejarah Peradaban Islam. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.
Sunanto,
Musyrifah. 2003. Sejarah Islam Klasik. Bogor: Prenada Media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar